9.11.11

HATI SEORANG MUKMIN



Orang Mukmin itu hatinya sentiasa gelisah
Bukan gelisah karena dunia
Dan bagaimana nasib di dunia dan di masa tuanya
Tapi resah dan gelisah dengan Tuhan dan hari Akhiratnya
Berbagai-bagai perasaan yang dia rasa
Hingga hatinya sibuk dengan Tuhannya
Hatinya rasa susah dengan dosa

Apakah yang sudah dilakukan
Maupun yang mungkin akan terbuat di masa depannya
Apakah Tuhan sudah menerima taubatnya?
Hatinya berkata-kata sentiasa
Ibadahnya, apakah Tuhan terima?
Amal kebajikannya, apakah ikhlas dia membuatnya?
Karena tipuan syaitan dan nafsu amat halus
Ikhlas di pangkal, tapi rusak di dalam perjalanannya
Selamat di dalam perjalanan, tapi rusak pula di hujungnya

Bagaimana nanti penutup hidupnya?
Atau penutup umurnya?
Apakah Husnul khatimah atau Suul khatimah?
Sedangkan menuju akhirat, gangguan terlalu banyaknya
Bukan saja gangguan dari luarnya
Tapi gangguan batinnya lagilah amat halus
Kesalahan batin, banyak yang tidak disadari berlaku

Aduh…….hatinya gundah gulana saja selalu
Selalu saja berombak macam air laut
Sentiasa bergelombang tidak henti-hentinya
Walaupun badan lahir bersama manusia 
Makan bersama, berjalan bersama, berbual bersama
Tapi lautan hatinya bergelombang tidak sama 
Bergelombang karena takut dengan Tuhannya
Kalau tidak bergelombang besar, gelombang kecil pasti ada
Kalaulah gelombang hati orang mukmin itu
Diperlihatkan kepada manusia bersamanya
Nescaya manusia tidak minat hendak bergaul bersamanya
Karena orang yang bersamanya akan terganggu sama hatinya
Begitulah hati orang mukmin
Walaupun bibirnya tersenyum, tapi hatinya sentiasa muram saja





8.11.11

SIAPALAH AKU



Siapalah aku sebelum kelahiran...
Tiada nama ataupun gelaran
Wujudku nanti bukan hiburan
Mengenal Tuhan segala kebesaran

Siapalah aku setelah kelahiran
Datangku bersama tangis kedengaran
Lahirku kini bermula pelayaran
Mengharungi hidup penuh cabaran

Siapalah aku dibumi raya
Kerdil lemah mudah terpedaya
Menjadi Khalifah kedudukan mulia
Memikul amanah sedaya upaya

Siapalah aku tiada bertuhan
Kukuhkah berpaut dahan kerapuhan
Sampaikah tujuan tanpa arahan
Atau...keletihan dalam kebodohan

Siapalah aku dalam kehidupan
Sekedar waktu buat persiapan
Usah jadikan dunia harapan
Semoga kalimah Allah diakhir ucapan

Siapalah aku tidak lagi bernyawa
Berpisah keluarga harta teman ketawa
Cuma bersama amal dibawa
Bila dimana kembali bersua

Siapalah aku sesudah mati
Soalan kubur sedia menanti
Tiada terlepas semua pasti
Beruntungnya aku hidup BERBAKTI

Siapalah aku tatkala kiamat
Permulaan hari tiada penamat
Mendapat balasan atupun nikmat
Semoga beroleh dariMU rahmat

Siapalah aku dihari pembalasan
Dihimpunkan semua saksi perbuatan
Satu persatu terperinci catatan
Apa tersembunyi jelas kelihatan

Siapalah aku dihari pembalasan
Berdebar menanti bicara keputusan
Layakkah aku beroleh pembebasan
Atau.... penyesalan penuh tangisan

Siapalah aku terhumban keneraka
Sabarkah aku menanggung celaka
Di dunia meraung sedikit terluka
Bijakkah pilihan hidup yang leka

Siapalah aku mengharap syurga
Amalku kurang tidak berharga
Syurga MU mahal tidak terhingga
Ke dalam dilarang, biarku ditangga

Siapalah aku disisiMU ALLAH
Ampuni aku sentiasa bersalah
Beriku cinta tiada berbelah
Biar hidup matiku Fisabilillah...
InsyaALLAH....




5.11.11

HIDUP ITU


Hidup itu ibarat ombak yang terus menerus menerjang karang
Karang yang tegar adalah karang yang mampu 
melihat indahnya matahari terbit dan tenggelam
Jangan pernah harap lautan tenang itu akan datang
Seolah, menafikan karang yang rapuh
Seharusnya menerima kenyataan, tak mampu melihat matahari terbenam
Hanya melihat sebuah cahaya matahari yang perlahan terbit dan datang
Itu sudah sebuah anugerah yang terindah, 
kau harus mampu mensyukurinya

Hidup itu ibarat buih putih di pinggiran pantai
Yang membuat lengkap, adalah ketika kau menyentuhnya
Dan ombak bersahabat menyapamu dengan lirih
Perlahan buih itu datang, dan menghilang
Namun, yang terpenting
Seberapa lama buih itu datang dan melengkapimu
Tak perlu emosi, kau harus sabar
Sesabar pohon kelapa, yang setiap harinya tersengat cakrawala
Yang suatu saat berbuah, mereka menyediakan untuk dahagamu
Yang suatu saat berdaun lebar, 
mereka membuatmu duduk lega menikmati pantai

Hidup itu ibarat jejak langkah yang kau buat di pinggir pantai
Terkadang membuat pasir putih terinjak sakit
Terkadang ombak akan membuat hilang jejakmu
Terkadang pula jejak itu memiliki awal dan kemana tujuanmu untuk melangkah
Terkadang dalam foto sebuah pantai, 
mengartikan sebuah perjalanan panjang
Awal dan akhir

Hidup itu ibarat kamu menikmati Cakrawala terbenam
Yang di setiap pantai panorama yang dipancarkan 
berbeda satu dengan lainnya
Jika, ada satu pantai yang membuatmu bercahaya
Selamanya kamu tak akan pernah melupakan slide itu di kepalamu
Tapi ingatlah, ada maksud dibalik sebuah panorama matahari terbenam
Dia akan datang pada saat ruang dan waktu yang tepat
Tetaplah membuka mata di setiap pantai
Rasakan setiap badai pantai yang ada yang membuatmu tak nyaman
Rasakan penyesalan saat kamu menemukan panorama yang buruk

Namun, 
berserahlah pada Tuhan, dan yakinlah
Kamu menemukan cahayamu, 
saat kamu telah merasakan semua panorama yang buruk
Kamu menemukan cahayamu, 
untuk kamu tak melakukan kesalahan yang sama
Sayangilah cahayamu, 
jangan membuat menyesal
Kelak suatu saat, 
kamu menemukan Hidup yang indah




2.11.11

LINTASAN HATI



Diam, Termenung dan Membisu
Memandang kelamnya malam
Memandang taburan bintang di angkasa
Melihat bayangan di atas wajahku

Termenung ‘ku melangkah di hidup ini
Hanya ada renungan yang membayang di pikiranku
Wahai dunia, apakah ini yang sebenarnya
Sungguh indah di cahaya mata

Tapi entahlah yang sebenarnya
Seakan sendiri melangkah pahitnya hidup ini
Mungkin ‘ku tak sendiri
Seandainya kau ada di sini denganku
Berbagi rasa yang sama
Walaupun takkan pernah sama
Tapi hanya bayangmu yang selalu menemaniku
Hiasi malam sepiku

‘Ku sangat ingin bersama dirimu
Memang tak selalu ada yang terbaik
Dari diri ini
Tapi ‘ku tak akan pernah berpaling darimu
Jiwa, rasa dan indera 
Sanggupkah ‘ku terus terlena'
Tanpa ada seorangpun yang menemaniku
Anganlah...
Hanya pikiran yang mematung tersirat
Coretan ini seutas lintasan dalam pikiranku
Untuk diriku seorang, atau juga untuk dirimu

Pasrahlah...
Seperti terbesit heningan diriku
Ya karim, Ya rahman
Hanya kepadamu aku berpulang dan menghiba
Tentang semua yang terjadi dalam hidupku
Sesungguhnya aku hanya hamba yang daif
Yang telah engkau ciptakan....

Tapi semua akan ‘ku jalani
Seperti rambut ini yang kian memutih
Menunggu dan melangkah seorang diri
Seperti untaian melati yang berguguran
Mata ini merah menahan tangis
Wahai jiwa apakah ‘ku sanggup menahan
Menahan semua seorang diri!
Seandainya ada dirimu yang menemaniku
Tapi apakah itu mungkin?
Hanya diam yang jujur menjawab….





31.10.11

RASA PERASAAN




Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
ketika kita menangis?
ketika kita membayangkan?
itu karena hal terindah di dunia tidak terlihat

Ketika kita menemukan seseorang yang
keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung
dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan
serupa yang dinamakan cinta.

Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan,
seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan,
tapi melepaskan bukan akhir dari dunia,
melainkan suatu awal kehidupan baru,
kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti,
mereka yang telah dan tengah mencari dan
mereka yang telah mencoba.
karena merekalah yang bisa menghargai betapa
pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan
mereka.

Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu
menitikan air mata dan masih peduli terhadapnya,
adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan
kamu masih menunggunya dengan setia.

Adalah ketika di mulai mencintai orang lain dan
kamu masih bisa tersenyum dan berkata
” aku turut berbahagia untukmu ”

Apabila cinta tidak bertemu bebaskan dirimu,
biarkan hatimu kembali ke alam bebas lagi.
Kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan
cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati
kamu tidak perlu mati bersama cinta itu.

Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu
mendapatkan keinginannya, melainkan mereka
yang tetap bangkit ketika mereka jatuh, 
entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan.
kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri
dan menyadari bahwa penyesalan tidak
seharusnya ada, cintamu akan tetap di hatinya
sebagai penghargaan abadi atas pilihan hidup
yang telah kau buat.

Teman sejati, 
mengerti ketika kamu berkata ” aku lupa ….”
menunggu selamanya ketika kamu berkata 
” tunggu sebentar ”
tetap tinggal ketika kamu berkata 
” tinggalkan aku sendiri ”
membuka pintu meski kamu belum mengetuk dan
belum berkata ” bolehkah saya masuk ? ”

Mencintai juga bukanlah bagaimana kamu
melupakan dia bila ia berbuat kesalahan,
melainkan bagaimana kamu memaafkan.
Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan,
melainkan bagaimana kamu mengerti.
Bukanlah apa yang kamu lihat, 
melainkan apa yang kamu rasa,
bukanlah bagaimana kamu melepaskan melainkan
bagaimana kamu bertahan.

Mungkin akan tiba saatnya di mana kamu harus
berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang
itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita
menyadari bahwa orang iu akan lebih berbahagia
apabila kita melepaskannya.

Kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah
orang yang tak pernah menyatakan cinta kepadamu, 
karena takut kau berpaling dan memberi jarak, 
dan bila suatu saat pergi, 
kau akan menyadari bahwa 
dia adalah cinta yang tak kau sadari.






29.10.11

KU SENANDUNGKAN RINDU



Disini
diantara kemeriahan dan bintang
aku memilih sunyi
di mana kutanamkan hektaran rindu untukmu
ketika malam berjatuhan
hingga terdampar di fajar


Dan untuk kesekian kalinya
kurasakan kau begitu jauh
meski kita saling berteduh
dibawah langit yang sama


Auraku...
jika kau percaya angin adalah satu
jika kau percaya samudera adalah biru
akan ku senandungkan rindu ini
antara angin , antara laut
antara sunyi
dan hening malam...







27.10.11

aku pengemis



Ku tadah jemari sepuluh ini
ku mohon belas ihsan
ku tadah pandangan
secebis perasaan
seurat pengertian
air yang menitik lewat mata ini
pencuci dosa di hati
kasihani aku
limpahi aku
rasa cinta yang telah usang
dihatimu
andai ada ehsan mu
andai ujud lagi kasih mu
aku menadah keikhlasan mu
sungguh aku hanya pengemis 
disudut kehidupanmu....