26.10.11

HAMPA RASA



Terkadang masa lalu menjadi sebuah kenangan
terkadang sebuah kenangan menjadi penantian
entahlah...entahlah....
dalam hatiku berkecamuk rasa tak menetu
dicintai salah , mencintai pun juga salah


Terkadang ingin bebas lepas terhempas
dimana tidak ada penderitaan
bebas berlari tertawa dan menyanyi sesuka hati
tapi duniaku penuh kekecewaan...
tetesan airmata dan misteri kehampaan
tempat dimana bertemu kesayangan
ada ragu dan prasangka yang terpendam
ada rahsia dibalik kehidupan....
perlahan aku menyadari akan sebuah kemunafikan


sungguh aku hampa
hampa pada rasa
pada cinta....






25.10.11

TEMAN


Teman
Hulurkanlah tanganmu bila aku terjatuh
Pimpinlah tanganku bila aku tersesat
Hamparkanlah bahumu saat aku berduka
Peluklah aku bila aku berjaya


Teman 
aku harap kau selalu ada
saat aku memerlukanmu
saat suka dan duka menjenguk jiwaku
saat aku hilang tempat aku berpaut


Dan saat itu.....harap kau hulurkan tanganmu
bersama keikhlasan hati
tanda tulus ikatan kita


Teman 
aku tidak berharap kau jadi insan sempurna
kerana aku juga tidak sempurna
aku tidak berharap kau jadi pelindungku
aku hanya berharap kau memberi sedikit semangatmu
untuk aku berdiri tegak
berani menempuh hidup yang mencabar ketabahan


Teman
genggamlah tanganku andai engkau tak mampu berdiri sendiri
peluklah aku tika kesepian menemanimu
tangan ini tidak pernah kuat memegangmu
hanya keikhlasan dapat kutawarkan
dan hati yang sanggup mendengarkan
Aku memerlukanmu sepertimana engkau memerlukanku...









24.10.11

HADIR MALAM


Mencoba mengiring malam lewat nadi
sekelebat ada bayangmu merentas angan
di detak jantung menghiris sukma
terdengar bisikmu mencengkam hati


Selaras detik waktu meruncing
ada getar kerinduan ditiap sunyi sang malam
menjangkaumu sungguh anugerah
seperti memeluk rembulan di malam hari


Menitiku dalam gelap malam
meraih asa dalam dekapan 
meski tak seperti mendapatkan nyata
ku tantang hadirmu lewat titian malam


Hadirmu selalu kutunggu
hadirmu selalu ku bayang
datang dan menitilah malam bersamaku
mengais asa yang tercabik luka



22.10.11

KASIH ABADI




Resah dan gelisah ku rasa
Hidup penuh pancaroba
Roda masa pantas berputar
Menduga iman didada

Daku yang terlena dan terleka 
Tenggelam di lautan dunia
Kabur pandangan mataku
Pada nikmat yang menggunung
Mendustakan kurniaanMu
Tiba murkamu menghukum
Keangkuhanku kian hancur
Lantas ku jatuh dan tersungkur
TanpaMU kasih
Ku tak berdaya 
Hilang punca dan arah
Hanyut alpa di arus bergelora 

Kasih
Daku derita, lemah dan sengsara
Jiwa dan tubuh kepedihan
Terseksa, terhukum
Menanggung kifarah dariMu
telah kulalui semalam
Jalanan kelam dan suram
Lampaui batasan insan
KeagunganMu kulupakan
Rahmat dariMu kudambakan
KeampunanMu kupohonkan

Tuhan 
ku tak berdaya
Tempuh segala
Tanpa kasihMu
Hatiku ini merindui
Sinar cintaMu Yang Agung
Pasrah merayu redhaMu 
Ampuni dosa-dosaku
Rahmat dariMu kudambakan
KeampunanMU ku pohonkan




15.10.11

MATAHARI



Ku datang mencari mu
Yang berselindung dalam bayangan
Ternyatalah  kealpaan
Menjadi duri dalam jiwaku
Semakin jauh menyusur matahari
Semakin aku hilang arah tujuku
Tidak kusangka yang terang akan suram
Meskipun intan bayangnya
Jua tak berwajah

Biarpun gelap malam
Mata terpejam hatiku tenang
Kekusutan ansur pulang
Bersama bayang siang semalam
Baru kutahu ertinya
Sakitnya mencengkam dada
Malam yang sesepi itu
Membuka jalan selebar dunia....







13.10.11

TENTANG RINDU



Jika bintang-bintang
sudah tidak dapat lagi menemani,
biarlah ku nikmati kesunyian ini....


Jika puisi indah
sudah tidak dapat lagi mewakili perasaan ini,
biarlah ku nikmati kehampaan ini...


Mungkin airmata yang tulus aku
lebih bermakna daripada tawa penuh dusta...


Semoga kerinduan ini akan segera berakhir
Seiring ku dapatkan kerinduan baru
Yang lebih bermakna
dan dapat membuatku bahagia....



12.10.11

AKU YANG TANPA KESEMPURNAAN




Aku tak merasa kalah dalam kehidupan ini
Tapi aku terasa lelah yang amat sangat
Meredam persoalan tanpa jawapan
Seperti tertusuk duri yang tidak disedari
Sakitnya tak terhingga luka beralir darah...
Begitu dalam hingga tiada beza antara tangis dan tawa
Keduanya bersatu dalam butiran hampa

Aku mungkin belum kalah
Tapi yang pasti aku mulai kecewa
Hati ku mulai jauh darimu
Perlahan tapi pasti
Tertahan tapi tak punya daya untuk kembali

Aku bukan perempuan syurga
Yang selalu sabar menerima luka
Aku bukan perempuan hebat
Kerana masih punya airmata
Yang mengalir tiap kali kesedihan menyapaku...
Aku bukan wanita kuat
Disetiap luka kau taburkan
Aku bisa lebur dan hancur
Aku tak sekuat mana pun
Bukan aku rapuh
Tapi kerana aku bukan 
Perempuan syurga
Aku hanya wanita tanpa kesempurnaan...
Mencuba menjadi wanita pilihan....