9.1.11
8.1.11
anganku bersajak
anganku tak berhenti bersajak
walau kutahu.......
kau tak pernah menganggap diriku ada
meski rasa letih mendera
meski hati rasa kecewa
aku takkan pernah melepaskannya
kau hanya mimpi.......
yang takkan menjadi nyata
hingga segala rasa harus padamu
dan berakhir.........
kan selalu kurasakan hadirmu
antara ada dan tiada......
walau kutahu.......
kau tak pernah menganggap diriku ada
meski rasa letih mendera
meski hati rasa kecewa
aku takkan pernah melepaskannya
kau hanya mimpi.......
yang takkan menjadi nyata
hingga segala rasa harus padamu
dan berakhir.........
kan selalu kurasakan hadirmu
antara ada dan tiada......
6.1.11
Dari jauh....
dari jauh aku memandangmu
lewat senua mata hatiku...
dari jauh aku mengagumimu
lewat semua kisah tentangmu...
dari jauh aku larut dalam suka cita mu
bagai bertemu air jernih dipadang tandus...
dari jauh ku lukis engkau dalam tidurku
lewat beragam bunga mimpiku...
dari jauh kutitip hatiku padamu
agar kau tak membenciku.....
lewat senua mata hatiku...
dari jauh aku mengagumimu
lewat semua kisah tentangmu...
dari jauh aku larut dalam suka cita mu
bagai bertemu air jernih dipadang tandus...
dari jauh ku lukis engkau dalam tidurku
lewat beragam bunga mimpiku...
dari jauh kutitip hatiku padamu
agar kau tak membenciku.....
4.1.11
Bintang malam
Bintang malam
Katakan padanya
Aku ingin melukis sinarmu di hatinya
Embun pagi katakan padanya
Biar ku dakap erat waktu dingin yg menyelimutinya
Tahu kah engkau wahai langit
Ku ingin bertemu membelai wajahnya
Kan ku pasang hiasan angkasa yg terindah hanya untuknya
Lagu rindu ini ku tuliskan hanya untukmu
Walau hanya kata-kata sederhana
izinkan ku untuk mengungkap semuanya....

Katakan padanya
Aku ingin melukis sinarmu di hatinya
Embun pagi katakan padanya
Biar ku dakap erat waktu dingin yg menyelimutinya
Tahu kah engkau wahai langit
Ku ingin bertemu membelai wajahnya
Kan ku pasang hiasan angkasa yg terindah hanya untuknya
Lagu rindu ini ku tuliskan hanya untukmu
Walau hanya kata-kata sederhana
izinkan ku untuk mengungkap semuanya....
2.1.11
untukmu kekasih
Ingin berjalan berdua
denganmu kekasih
lewati malam
setelah usai rinai gerimis
lelawa jadi luruh
dengan rumput biru
jemari tangan kita
lekat menjadi satu
kenapakah waktu
tertinggal jauh
kau katakan padaku
tentang hijau huma
yang bakal kita kerjakan
dengan sederhana
kita segera akrab
dengan sinar pagi
tersenyumlah kamu
tertawalah aku
malam suntinglah rembulan untukku
agar cinta tak berpaling dariku
lama aku pelajari satu puisi
sayang bila hanya angin yang mengerti...
denganmu kekasih
lewati malam
setelah usai rinai gerimis
lelawa jadi luruh
dengan rumput biru
jemari tangan kita
lekat menjadi satu
kenapakah waktu
tertinggal jauh
kau katakan padaku
tentang hijau huma
yang bakal kita kerjakan
dengan sederhana
kita segera akrab
dengan sinar pagi
tersenyumlah kamu
tertawalah aku
malam suntinglah rembulan untukku
agar cinta tak berpaling dariku
lama aku pelajari satu puisi
sayang bila hanya angin yang mengerti...
Cinta seorang lelaki cinta seorang wanita
Cinta seorang lelaki
seumpama gunung berapi
besar tapi konstan
dan sayangnya rentan
memuntahkan lahar
ada waktu ia meletus
menghanguskan apa saja yg ditemuinya....
Cinta seorang wanita
seumpama kuku
ia hanya sehujung jari
tumbuh perlahan-lahan
diam-diam dan terus menerus bertumbuh
jika dipotong
ia akan tumbuh dan tumbuh lagi...

seumpama gunung berapi
besar tapi konstan
dan sayangnya rentan
memuntahkan lahar
ada waktu ia meletus
menghanguskan apa saja yg ditemuinya....
Cinta seorang wanita
seumpama kuku
ia hanya sehujung jari
tumbuh perlahan-lahan
diam-diam dan terus menerus bertumbuh
jika dipotong
ia akan tumbuh dan tumbuh lagi...
1.1.11
Erti kasih
Nian berbisa
imbas deru kasihnya
siapa harus kutanya
lahir cinta sempurna
dimanakah akan terus kulayar
lara hatiku
menahan rasa
tiada dapat kusentuhi
tiada lagi cahayanya
sesuci langkah terhenti
hilang punca
dimaya hanyalah mimpi
dimaya dikau kembali
berbisik hiba
erti kasihmu dihati
sesungguhnya
tiada dikau mengerti
tulus kasihku ini
tak dikau rayu kembali
daya aku menanti
dan berlalu
hari-hari daku sayu
gerak naluri kekasih
aku pinta yang esa
dalam ku menghirup masa
pada kasihku
kembalilah.....
imbas deru kasihnya
siapa harus kutanya
lahir cinta sempurna
dimanakah akan terus kulayar
lara hatiku
menahan rasa
tiada dapat kusentuhi
tiada lagi cahayanya
sesuci langkah terhenti
hilang punca
dimaya hanyalah mimpi
dimaya dikau kembali
berbisik hiba
erti kasihmu dihati
sesungguhnya
tiada dikau mengerti
tulus kasihku ini
tak dikau rayu kembali
daya aku menanti
dan berlalu
hari-hari daku sayu
gerak naluri kekasih
aku pinta yang esa
dalam ku menghirup masa
pada kasihku
kembalilah.....
Langgan:
Catatan (Atom)




