13.12.11

TUJUH PULUH DOSA BESAR


Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Sampaikanlah PesanKu Biarpun Satu Ayat..."

Kami berpesan pada diri kami dan pada tuan-tuan jangan sekali-sekali melakukan dosa-dosa dibawah ini. Jika terlanjur cepat-cepat bertaubat sesungguhnya Allah itu maha pengampun lagi maha penyayang. Semuga taubat kita diterima oleh Allah. Amin...

Mengikut imam Azzahabiyy dalam kitabnya "Al-Kabaair" beliau menghimpunkan jenis dosa-dosa besar sebanyak 70 perkara.

01 - Belajar ilmu dan sembunyi pengetahuan
02 - Bersaksi palsu
03 - Berjudi
04 - Bersumpah palsu dan bohong
05 - Berbohong
06 - Bergambar di baju (bila sembahyang)
07 - Perempuan pelacur
08 - Berbuat buruk terhadap yang lemah
09 - Berdebat dan memusuhi
10 - Bersifat dayus
11 - Bercakap kasar dengan orang tua
12 - Dusta nama Allah dan rasulnya
13 - Derhaka pada suami
14 - Derhaka pada hamba Allah, anggap baik dirinya
15 - Hakim derhaka
16 - Homosek (seagama/sejenis)
17 - Mengurangi timbangan
18 - Lari seorang hamba dari tuannya
19 - Lelaki menyerupai wanita
20 - Lari dari medan perang di jalan Allah
21 - Membunuh manusia
22 - Membunuh diri sendiri
23 - Mengamalkan sihir
24 - Meninggalkan sembahyang lima waktu
25 - Meninggalkan sembahyang jumaat
26 - Menderhaka kepada kedua ibu bapa
27 - Memutuskan hubungan silaturrahim
28 - Melakukan zina
29 - Makan harta anak yatim secara tidak betul
30 - Makan dari kekayaan haram
31 - Memberi dan menerima rasuah
32 - Melabuhkan pakaian kerana berlagak sombong
33 - Makan riba
34 - Minum arak
35 - Mencuri
36 - Merompak
37 - Melalukan kezaliman
38 - Melakukan pengkhianatan
39 - Menyebut-nyebut pemberian
40 - Mengingkari janji
41 - Memfitnah
42 - Mengutuk orang islam
43 - Merasa aman dari kemurkaan Allah
44 - Menipu harta rampasan
45 - Melampaui batas
46 - Menuduh zina terhadap orang baik
47 - Memakai emas dan sutera (bagi lelaki)
48 - Mempercayai nujum dan sihir
49 - Menjadi bapa sanggup
50 - Mencari kesalahan orang lain
51 - Menganggu orang lain
52 - Menganggu tetangga
53 - Menyakiti dan memaki orang islam
54 - Mengintip dan membuka rahsia orang
55 - Mencaci sahabat Nabi
56 - Mengurangi wasiat
57 - Mengingkari takdir
58 - Putus asa dari rahmat Allah
59 - Penipuan dan kezaliman terhadap rakyat
60 - Riak dan mempamerkan diri
61 - Syirikkan Allah dengan sesuatu yang lain
62 - Sombong serta angkuh
63 - Sembelih untuk selain Allah
64 - Tidak mengeluarkan zakat
65 - Tidak berpuasa di bulan ramadhan
66 - Tidak mengerjakan haji jikalau mampu
67 - Tidak istinjak selepas kencing
68 - Tidak mendengar cakap ibu bapa
69 - Tipu daya
70 - Wanita menyerupai lelaki


12.12.11

HIKMAH BERDIAM DIRI



Manusia berbicara setiap masa. 
Bicara yang baik akan membawa keselamatan 
dan kebaikan kepada manusia. 
Jika bicara tidak mengikut adabnya, 
manusia akan merana di dunia dan di akhirat. 
Di dunia akan dibenci oleh manusia lain 
manakala di akhirat bicara yang menyakiti hati orang lain 
akan menyebabkan kita terseksa kekal abadi di dalam neraka Allah SWT.
Bagi mereka yang beriman, lidah yang dikurniakan oleh Allah itu 
tidak digunakan untuk berbicara sesuka hati dan sia-sia. 
Sebaliknya digunakan untuk mengeluarkan mutiara-mutiara yang berhikmah.
Oleh itu, DIAM adalah benteng bagi lidah manusia daripada mengucapkan perkataan yang sia-sia.
HIKMAH DIAM
1. Sebagai ibadah tanpa bersusah payah.
2. Perhiasan tanpa berhias.
3. Kehebatan tanpa kerajaan.
4. Benteng tanpa pagar.
5. Kekayan tanpa meminta maaf kepada orang.
6. Istirehat bagi kedua malaikat pencatat amal.
7. Menutupi segala aib.
Hadis2 Rasullulah mengenai kelebihan diam yang bermaksud:

* “Barangsiapa yang banyak perkataannya, nescaya banyaklah silapnya.
    Barangsiapa yang banyak silapnya, nescaya banyaklah dosanya.
   Dan barangsiapa yang banyak dosanya, nescaya neraka lebih utama 
   baginya”. 
    ( RW ABU NAIM )

* “Barangsiapa yg beriman kpd Alah dan Hari Akhirat, maka hendaklah ia
     berkata yg baik atau diam”. 
    ( RW BUKHARI & MUSLIM )

* “Barangsiapa diam maka ia terlepas dari bahaya”.
   ( RW AT-TARMIZI )
Madah Dari Hukama:
* BANYAK DIAM TIDAK SEMESTINYA BODOH,
  BANYAK CAKAP TIDAK SEMESTINYA CERDIK,
  KERANA KECERDIKAN ITU BUAH FIKIRAN, 
 ORANG CERDIK YG PENDIAM LEBIH 
 BAIK DARI ORANG BODOH YG BANYAK CAKAP.

* MENASIHATI ORANG YANG BERSALAH , TIDAK SALAH. 
 YANG SALAH MEMIKIRKAN KESALAHAN ORANG..

* KALAU ORANG MENGHINA KITA, BUKAN KITA TERHINA, 
 YANG SEBENARNYA ORANG ITU MENGHINA DIRINYA SENDIRI.
Manusia tidak akan dapat mengalahkan syaitan kecuali dengan diam. 
Jalan yang terbaik ialah diam kalau kita tidak dapat bercakap, 
kearah perkara2 yang baik. Bicara yang baik adalah lambang hati 
yang baik dan bersih ,yang bergantung kepada kekuatan iman pada diri manusia.




11.12.11

CARILAH JALAN KEMBALI


“Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah dan carilah yang boleh menyampaikan kepadaNya (dengan mematuhi perintahNya dan meninggalkan laranganNya); dan berjuanglah pada jalan Allah (untuk menegakkan Islam) supaya kamu beroleh kejayaan.” (Al-Maidah: Ayat 35)

Jasad kita berasal daripada tanah. Ia harus kembali kepada asal kejadiannya untuk mencapai kepuasan. Disebabkan itulah kita makan apa yang tumbuh daripada tanah, juga binatang-binatang yang memakan hasil tanah. Tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan semuanya tumbuh daripada tanah. Apabila jasad memperoleh sumber makanan daripada permukaan bumi, maka ia akan kenyang, tenang dan bertenaga. Ruh kita datang daripada Allah, ditiupkan ke dalam jasad. Maka ruh takkan mencapai ketenangan selagi ia belum kembali kepada Tuhan. Untuk mencapai kepuasan ruh/jiwa/hati, tidak ada jalan lain melainkan kembali kepada penciptanya. Maka carilah jalan kembali.

Bukan kembali dengan kematian jasad, tetapi kembali dengan menghidupkan hati. Ya, jiwa yang kering kontang menggambarkan jauhnya kita daripada Tuhan. Jiwa yang tak terisi dengan ruh Iman dan Taqwa akan diisi dengan keduniaan. Hakikatnya dunia itu takkan habis dikejar. Makin kita punya harta, makin jiwa kacau tak senang duduk. Terikat dengan material. Makin kita punya pangkat, makin tinggi yang ingin kita kejar dan capai. Makin kita punya apa sahaja yang kita inginkan, makin kita inginkan sesuatu yang lebih lagi untuk kepuasan. Hakikatnya jiwa kita menderita, tak puas dan tak mencapai ketenangan, ketenteraman.

Bukan ertinya kita harus terkurung meninggalkan dunia luar, itu adalah satu fahaman yang salah. Sebaliknya, gunakanlah apa sahaja yang ada atas dunia ini demi mencari jalan kembali kepada Allah. Biar jasadmu keluar mencari anugerah Allah di atas muka bumi, tapi jangan sekali-kali membiarkan hatimu melayang hilang terputus daripada pergantungan kepada Ilahi. Jangan sekali-kali memisahkan dunia daripada Tuhan, dan meminggirkan Tuhan dalam segenap kehidupan. Padahal Allah tak memerlukan kita, kita yang memerlukan-Nya.

“Dan kembalilah kamu kepada Tuhan kamu dengan bertaubat, serta berserah bulat-bulat kepada-Nya, sebelum kamu didatangi azab; kerana sesudah itu kamu tidak akan diberikan pertolongan.”(Az-Zumar: 54)

Allah telah menyeru dan akan sentiasa menjawab panggilan kita saat kita mencari-Nya. Cuma kita yang belum benar-benar tekad untuk kembali kepada-Nya. Atau mungkin kita sering berusaha kembali, namun dunia tetap memesongkan kita dan lebih menarik hati kita. Maka kita tak jadi kembali. Kita berputus asa dan tak mahu lagi mencuba untuk kembali, padahal Allah tak pernah jemu menunggu kita menyeru melainkan kita sendiri yang jemu untuk meminta dan meniti jalan menuju-Nya. Ingat, jangan berputus asa daripada Rahmat Allah:

“Katakanlah (wahai Muhammad): “Wahai hamba-hambaKu yang telah melampaui batas terhadap diri mereka sendiri (dengan perbuatan-perbuatan maksiat), janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, kerana sesungguhnya Allah mengampunkan segala dosa; sesungguhnya Dia lah jua Yang Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.” (Az-Zumar: Ayat 53)

Wahai jiwa yang sentiasa menyesali diri, di ceruk manapun kau berada, apakah kau merasa bebas daripada pengawasan Allah? Dalam keadaan manapun kau berada, adakah kau merasakan Allah tidak mengetahui isi hatimu? Sombongnya engkau tatkala kau pergi memalingkan wajahmu daripada Ilahi. Sedangkan Dia tak pernah menutup pintu taubat bagimu.

Maka wahai manusia, kembalilah kepada Tuhanmu. Jika kau tak temui jalan, carilah…Kau tak bertemu kerana kau tak mencari.

Wallahua’lam

10.12.11

PERCAYALAH....

Bila tubuhmu lesu dan hilang semangat...
ALLAH tahu betapa kamu telah mencuba sedaya upaya


Bila tangisanmu berpanjangan dan hatimu kedukaan...
ALLAH telah mengira setiap titis air matamu...


Bila dirimu terlanjur melakukan dosa...
ALLAH sentiasa menunggu taubatmu...


Bila kau telah mencuba segalanya tetapi masih tak berhasil...
ALLAH mengumpulkan segalanya untuk suatu saat yang tak terduga...


Bila hatimu mengecapi kemanisan iman...
ALLAH telah berada hampir padamu untuk kurniakan kejayaan hakiki...
Hidup ini indah jika kerana ALLAH.
Insyaallah...




9.12.11

JANJI SERIBU MIMPI


Janji adalah sumpah kata 
yang dilafaz menjadi tanda
janji tiada erti andai dibibir manis
dihati siratan berlain nada

Menghimpun janji bagai 
memintal mimpi anganan belaka
kata laksana pujukan mesra
sedang jiwa dirasa percuma

Janji seribu mimpi
tanpa jasad tiada rupa
alam maya indah buana
leka membuai penuh pesona...

Janji hanya lafaz jemari sahaja
buat memujuk hati nan lara
indah nian suratan kata
dimamah masa luputlah ia....


HATI INI


Hati ini mengapa masih ragu
pada perasaan yang melanda
hati ini kenapa masih bertanya
soalan yang tak punya jawapan

Hati ini mengapa masih beku
pada seruan yang menyapa
hati ini kenapa belum ikhlas
ketentuan yang pasti....

Begitu jauhkah hati
seumpama luas langit terbentang
sedalam lautan tak terjangkau
segelap malam nan sepi

Biaskanlah hati
singkaplah tabir duniawi
hamparkan redha Ilahi
carilah sempurna nurani...


7.12.11

SEHAMPAR KASIH SEGULUNG RINDU


Kala fikiran tertanya-tanya
adakah aku insan pencinta
pada bumi dan alam semesta
pada detik itu juga
sang khayalan menjelma
disebalik sebuah pemikiran
yang dusta semata....

Kala jemari menari lesu
fikiran turut terkesima
pada sang bintang di batasan madu 
dan ketika itu
hadirlah segelung rindu
yang bias mengukir
sehampar madah syahdu....