22.10.11

KASIH ABADI




Resah dan gelisah ku rasa
Hidup penuh pancaroba
Roda masa pantas berputar
Menduga iman didada

Daku yang terlena dan terleka 
Tenggelam di lautan dunia
Kabur pandangan mataku
Pada nikmat yang menggunung
Mendustakan kurniaanMu
Tiba murkamu menghukum
Keangkuhanku kian hancur
Lantas ku jatuh dan tersungkur
TanpaMU kasih
Ku tak berdaya 
Hilang punca dan arah
Hanyut alpa di arus bergelora 

Kasih
Daku derita, lemah dan sengsara
Jiwa dan tubuh kepedihan
Terseksa, terhukum
Menanggung kifarah dariMu
telah kulalui semalam
Jalanan kelam dan suram
Lampaui batasan insan
KeagunganMu kulupakan
Rahmat dariMu kudambakan
KeampunanMu kupohonkan

Tuhan 
ku tak berdaya
Tempuh segala
Tanpa kasihMu
Hatiku ini merindui
Sinar cintaMu Yang Agung
Pasrah merayu redhaMu 
Ampuni dosa-dosaku
Rahmat dariMu kudambakan
KeampunanMU ku pohonkan




15.10.11

MATAHARI



Ku datang mencari mu
Yang berselindung dalam bayangan
Ternyatalah  kealpaan
Menjadi duri dalam jiwaku
Semakin jauh menyusur matahari
Semakin aku hilang arah tujuku
Tidak kusangka yang terang akan suram
Meskipun intan bayangnya
Jua tak berwajah

Biarpun gelap malam
Mata terpejam hatiku tenang
Kekusutan ansur pulang
Bersama bayang siang semalam
Baru kutahu ertinya
Sakitnya mencengkam dada
Malam yang sesepi itu
Membuka jalan selebar dunia....







13.10.11

TENTANG RINDU



Jika bintang-bintang
sudah tidak dapat lagi menemani,
biarlah ku nikmati kesunyian ini....


Jika puisi indah
sudah tidak dapat lagi mewakili perasaan ini,
biarlah ku nikmati kehampaan ini...


Mungkin airmata yang tulus aku
lebih bermakna daripada tawa penuh dusta...


Semoga kerinduan ini akan segera berakhir
Seiring ku dapatkan kerinduan baru
Yang lebih bermakna
dan dapat membuatku bahagia....



12.10.11

AKU YANG TANPA KESEMPURNAAN




Aku tak merasa kalah dalam kehidupan ini
Tapi aku terasa lelah yang amat sangat
Meredam persoalan tanpa jawapan
Seperti tertusuk duri yang tidak disedari
Sakitnya tak terhingga luka beralir darah...
Begitu dalam hingga tiada beza antara tangis dan tawa
Keduanya bersatu dalam butiran hampa

Aku mungkin belum kalah
Tapi yang pasti aku mulai kecewa
Hati ku mulai jauh darimu
Perlahan tapi pasti
Tertahan tapi tak punya daya untuk kembali

Aku bukan perempuan syurga
Yang selalu sabar menerima luka
Aku bukan perempuan hebat
Kerana masih punya airmata
Yang mengalir tiap kali kesedihan menyapaku...
Aku bukan wanita kuat
Disetiap luka kau taburkan
Aku bisa lebur dan hancur
Aku tak sekuat mana pun
Bukan aku rapuh
Tapi kerana aku bukan 
Perempuan syurga
Aku hanya wanita tanpa kesempurnaan...
Mencuba menjadi wanita pilihan....








10.10.11

IKHLASKANLAH.....REDHAKANLAH



Wahai Jiwa...
Ikhlaskanlah tiap lafazmu
Jauhkanlah pura-pura, 
Apa yang ujud dimuka
Seia yang ujud didada
.
Wahai Batin...
Redhakanlah tiap tingkahmu
Yang disebelah itu kesayanganmu
Yang dikeliling itu saudaramu

Wahai hati
Iklaslah menerima tiap pemberian
Pemberian yang zahir, dinilai redha manusia...
Pemberian yang batin. dinilai redha ILAHI

Wahai nurani
redhalah dengan takdirmu
Yang baik itu ketentuan Tuhan
Yang buruk jua tidak terkecuali
DIA Maha Mengetahui
Segala yang terbaik untukmu...

Wahai Yang Maha Berkuasa 
Wahai Yang Maha Pengasih
Wahai Yang Maha Penyayang
Kurniakanlah keikhlasan hati menempuh hidup
Titipkanlah keredhaan jiwa menerima takdirmu..
Kurniakan aku bahagia
Jadikan aku hambaMU yang selalu bertaqwa...







9.10.11

MALAM SEPIKU...



Mengapa lena tiada menyapaku 
sedang malam bertandang sudah...
dan embun menyiram tanah
haruman bunga segar mengharum
dan pungguk sudah berlagu
mengapa bukan aku itu...

marilah malam...
temanilah sepiku,
saujana alamku terbentang
mengapa....?
tiada yang sudi bertamu, 
halaman ku kosong terbiar,
dan haruskah aku bermusafir diri
mencari dalam remang malam......



3.10.11

Biarlah.....


Biarlah dia seorang yang buta
kerana matanya sunyi dari melihat
perkara-perkara maksiat dan laghah...
kerana kedua matanya terpelihara
dari memandang kekejaman sesama insani
asalkan kedua matanya terang
dalam mensyukuri keagungan ciptaan Allah
asalkan dia celik menginsafi kehidupan ini
yang bersifat sementara......


Biarlah dia seorang yang bisu
bisu dari pujuk rayu yang menggoncang keimanan
bisu dari ungkapan yang meracun fikiran...
bisu dari perkataan sia-sia
yang dapat mengundang kekufuran...
asalkan bibirnya sentiasa basah dengan zikrullah
asalkan lidahnya tidak lekang dari kalimah Allah
asalkan dia petah membangkang kemungkaran
dan lantang menyuarakan kebenaran...


Biarlah dia seorang yang tuli
dari mendengar kata-kata nista
dari mendengar segala umpat fitnah dunia
yang dapat membibitkan prasangka
yang dapat mengurangi pahala amalan....
yang dapat menerbitkan riak, hasad dan keangkuhan diri...
asalkan tidak pekak mendengar seruan Allah
asalkan tidak tuli dari kalamullah...


Biarlah dia seorang yang bakhil
bakhil dari memberi senyuman 
pada insan yang bukan mahramnya...
bakhil membelanjakan hartanya pada jalan sia-sia
bakhil dari meluangkan masa kepada perkara shubhah
asalkan pemurah membelanjakan harta pada jalan Allah
asalkan pemurah bersedekah pada anak-anak yatim
dan fakir miskin yang memerlukan....
asalkan pemurah beribadah kepada Khaliqnya


Biarlah dia tidak sempurna
kerana sesungguhnya kesempurnaan itu milikNYA
Allah maha mengetahui segala sesuatu
syukurilah kurniaan Ilahi
Redha dan ikhlas pada takdirnya
Pasrah itulah milik seorang hamba....