21.8.11

MALAM YANG SYAHDU

Rindu mengalun dalam hati
sedalam rasa yang tak kunjung terubati
air syurga yang membasuh 
dosa dan segala keluh


Aku menadah kedua tanganku
meminta keberkatan dari MU
Aku menangis dalam malamku
meminta bahagia dari MU

Perjalanan hidup
laksana badai 
tak kunjung berhenti
terus menerus


Kuatkan aku YA ALLAH


Pada malam-malam syahdu ini
hening doa dipohon akur
biarkan tenang dan damai
menjadi hiasan kalbuku
moga kujelang
ampunanmu


Hanya ENGKAU 
pemilik jiwa dan ragaku
pertemukan aku dengan malam syahdu
malam yang lebih baik dari seribu bulan
Lailatul Qadar....


16.8.11

AKU...................PENGEMIS





Langkah kakiku terayun
Berhias senyum
Bersama Indahnya pagi
Mencoba mengejar mentari

Perlahan menyusuri makna hidup yang sejati
Mencari erti perjalanan ini 
Bersatu dengan hati
Mencari jawapan  yang pasti

Terhenti langkahku
Sekejap hilang senyumku
Sekejap merintih hatiku
Terlihat jelas pengemis didepan ku

Ku terdiam.....ku terpaku.....
Terhanyut dalam perasanku
Seakan pilu bersamaku
Bilamana ia aku........

"Airmataku membeku bersama salju"
"Remuk tulangku bersama itu"
"Bergelut waktu, beginilah aku"
"Tak tertahan irama perutku"
"Mengharap kasih sekelilingku"
 "Tuk hidup dari sebagian hidupku"

Ya Allah beri baginya kelimpahan rezeki
Tak terhingga erti dari persinggahan ini
Membuka hati nurani
Mencoba mengerti
Ku bersyukur atas segala nikmat yang kau beri Ya Allah











Sahabat terkasihku



Sahabat terkasihku
malam ini kau ucap maaf padaku
ku tahu diriku berat untuk ku ucap tidak
dan aku yang selalu memaafkanmu
kembali kini ku beri maaf untukmu...

pertengkaran yang sudah usai terjadi
biarlah menjadi debu yang tertiup angin
dan kita ambil jalan untuk melupakannya
tak mungkin rela hati ini jika kau selalu menyakitiku
kerana aku ada disisimu untuk mencintaimu






13.8.11

AKU HANYA INGIN MENANGIS




Aku hanya ingin menangis
membuang segala gundah yang terbeku dihati
biarkan iannya cair
sendiri bersama diriku ini


Aku hanya ingin menangis
kerana aku yakin manusia tidak memahami
yang tersayang juga tidak akan mengerti
dari aku berbicara dan dipandang dengan seribu muka


aku hanya ingin menangis
sendiri bersama diriku ini
titisan itu teman karib
buat yang terpencil
bukan semua manusia memahami semua bahasa
bukan semua yang disayang akan mencintai diri semula


Akrab hilang bila berjauh
yang wujud sentiasa hanya DIA
bicara berat hendak diluah
maka tangis adalah bahasa termudah


aku hanya ingin menangis 
menenangkah hati yang menggeletar
biarkan segalanya mencair,
sendiri bersama diriku ini....


9.8.11

Dari dasar hati kecil ini

Dari dasar hati kecil ini
Dari mulut yang penuh janji
Atas nama cinta yang suci
Dan rasa sayang setulus hati
Kuucapkan beribu terima kasih
Terima kasih kau tambatkan perahu cintamu
Di pelabuhan hati kecilku
Terima kasih kau tapakkan rasa sayangmu
Di pulau kecil dalam diriku
Terima kasih kau tanam benih rindumu
Di gersangnya kalbuku
 
Kini….
Benih cinta yang kau tanam
Tumbuh subur dan menghujam kedalam
Takkan goyah oleh badai yang menghantam
Takkan sunyi oleh heningnya malam

Kuberdoa
Smoga kasih sayang kita
Takkan hilang spanjang masa
Takkan tercampur oleh semua dusta
Takkan luntur karna usia
Hingga kita selalu bersama
Merajut benang cinta
Menyulam kain sayang kita berdua
Abadi tuk selamanya….


6.8.11

Indahkah hidup




Hidup tak selalunya indah
tapi kan terasa indah
andai hidup dinaungi Allah

Indahnya usia
andai tepu dengan ketaatan
 alangkah kasihan
andai hidup bergelojak kefasiqan
dan nanti
di pengakhiran
apakah yang ingin dikenangkan
pada episod dosa
yang mengalirkan air mata
yang meruntunkan hati
ketika dikenang kembali
sekadar iktibar
yang mustahil
diubah lagi

Hargailah hayatmu
selagi tersisa

30.6.11

Yang masih mencari

berat..
kosong..
jiwa resah, hati gelisah
sendiri
walau bukan sendiri
hati masih meronta
jiwa masih merintih
apakah perlu lagi
selain dari Mu kekasih?

dalam lorong gelap
kau beri sinar
dalam malam suram
kau hadirkan rembulan
tapi mengapa aku masih perlu bintang?

dadaku sempit
isinya sedikit
tabahnya bagai emping rapuh
ditolak, diagah, jatuh
apa tidak cukupkah
kasih yang Satu?

diri masih mencari
masih mahu berlari
dalam tatih
dalam rangkak
sujud yang tidak punya nilai
apa lagi perlu aku
sedang Kau ada di situ?

jadi burung yang punya sayap
tapi masih perlu angin
apakah aku ini cuma tidak erti
makna syukur?

jadi bunga teguh berdiri
hadir madu manis
hadir haruman wangi
punya duri pelindung diri
tapi mengapa masih perlu kumbang?

saat aku tidak mengerti
saat aku merintih sepi
masih juga padaMu aku kembali
tapi mengapa?
mengapa jiwa masih derita?
jauh
aku masih jauh
maaf aku perlu selainMu
dalam mencari erti diriMu