SEORANG WANITA UMPAMA SEKUNTUM BUNGA DI TAMAN,
SEGAR MEWANGI DI PELUSUK DUNIA,
SETULUS KASIH SESUCI EMBUN,
LEMBUT WANITA KERANA TUTUR KATANYA,
MESRA WANITA KERANA SENYUMANNYA,
CEKAL WANITA KERANA BERANINYA,
PATUH WANITA KERANA SETIANYA,
SABAR WANITA KERANA IMANNYA,
KASIH WANITA KERANA BELAIANNYA,
LEMAH WANITA KERANA AIR MATANYA,
IKHLAS WANITA KERANA SIMPATINYA,
DENDAM WANITA KERANA CEMBURUNYA,
SAYANG WANITA KERANA SIFAT KEIBUANNYA,
TANPA WANITA LELAKI LEMAH,
KERANA WANITA LELAKI TEWAS
25.3.11
21.3.11
sabar itu.
sabar itu indah
menahan lafaz nista
sabar itu resah
meronta-ronta untuk diluah
masih merengsa sanubari
berapakah asa jiwa
berapakah kuat nurani
darah hitam itu bergelora
cuba menguasai diri
hanya minda yng masih cerna
ingat kalimah NYA
agar reda amarah melanda
masih akhirnya terasa
benarkah sabar itu seindah rupa...
menahan lafaz nista
sabar itu resah
meronta-ronta untuk diluah
masih merengsa sanubari
berapakah asa jiwa
berapakah kuat nurani
darah hitam itu bergelora
cuba menguasai diri
hanya minda yng masih cerna
ingat kalimah NYA
agar reda amarah melanda
masih akhirnya terasa
benarkah sabar itu seindah rupa...
16.3.11
mimpi hari
Jalan kita memang berbeda sayang,
jika engkau berjalan ke utara,
maka aku berjalan ke selatan.
jika engkau bergerak ke barat,
maka aku bergerak ke timur.
Memang dunia kita berbeda,
dan akan terus berbeda.
seperti berbedanya elang yang terbang tinggi,
dengan paus di dasar lautan.
Tak sama sayang, tak sama.
aku melaju dijalan mimpiku
yang terkadang terdengar semu,
dan engkau melaju di mimpimu,
yang terkadang sendu, kadang pilu.
aku tahu kau bagian dari mimpi-mimpiku,
tapi dirimu hanya bagian mimpiku yang terdengar sendu,
tapi malam bukan hanya malam ini,
aku bisa bermimpi lagi,
Kubaca saja 3 kul untuk hilangkan engkau dari tidurku,
aku bisa bermimpi lagi, malam ini.
asal kau tahu, bukan tentang bayangmu,
akan tetapi bayang diriku.
Der Mujahideeen
jika engkau berjalan ke utara,
maka aku berjalan ke selatan.
jika engkau bergerak ke barat,
maka aku bergerak ke timur.
Memang dunia kita berbeda,
dan akan terus berbeda.
seperti berbedanya elang yang terbang tinggi,
dengan paus di dasar lautan.
Tak sama sayang, tak sama.
aku melaju dijalan mimpiku
yang terkadang terdengar semu,
dan engkau melaju di mimpimu,
yang terkadang sendu, kadang pilu.
aku tahu kau bagian dari mimpi-mimpiku,
tapi dirimu hanya bagian mimpiku yang terdengar sendu,
tapi malam bukan hanya malam ini,
aku bisa bermimpi lagi,
Kubaca saja 3 kul untuk hilangkan engkau dari tidurku,aku bisa bermimpi lagi, malam ini.
asal kau tahu, bukan tentang bayangmu,
akan tetapi bayang diriku.
Der Mujahideeen
9.3.11
diam
1
Bicaralah yang Baik atau Diam !
2
"Barang siapa diam, maka ia akan selamat" (HR.Ahmad)
"Diam adalah suatu kebijaksanaan dan sedikit orang yang melakukannya” (HR.Ibnu Hiban)
3
Diam itu mengandung tujuh ribu kebaikan
Dan tersimpul dalam tujuh kalimat
Dalam tiap kalimat seribu
Diam itu ibadah tanpa perlu bersusah payah
Diam itu perhiasan tanpa berhias
Diam adalah kehebatan tanpa kerajaan
Diam adalah benteng tanpa pagar
Diam merupakan kekayaan tanpa minta maaf kepada orang
Diam menjadikan istirahat bagi kedua malaikat pencatat amal
Diam menutup segala keaiban (cacat)
Menjadi Keindahan bagi orang alim
Dan menutup bagi yang bodoh
Bicaralah yang Baik atau Diam !
2
"Barang siapa diam, maka ia akan selamat" (HR.Ahmad)
"Diam adalah suatu kebijaksanaan dan sedikit orang yang melakukannya” (HR.Ibnu Hiban)
3
Diam itu mengandung tujuh ribu kebaikan
Dan tersimpul dalam tujuh kalimat
Dalam tiap kalimat seribu
Diam itu ibadah tanpa perlu bersusah payah
Diam itu perhiasan tanpa berhias
Diam adalah kehebatan tanpa kerajaan
Diam adalah benteng tanpa pagar
Diam merupakan kekayaan tanpa minta maaf kepada orang
Diam menjadikan istirahat bagi kedua malaikat pencatat amal
Diam menutup segala keaiban (cacat)
Menjadi Keindahan bagi orang alim
Dan menutup bagi yang bodoh
7.3.11
hati ini
Jika hati ini seringkali iri,
Jadikan ia cerah secerah mentari
Jika hati ini seringkali dendam
Jadikan ia penuh kemesraan sahabat
Jika hati ini seringkali dengki
Jadikan ia penuh simpati.........
Jadikan ia cerah secerah mentari
Jika hati ini seringkali dendam
Jadikan ia penuh kemesraan sahabat
Jika hati ini seringkali dengki
Jadikan ia penuh simpati.........
6.3.11
maafkan aku suami
Kadang-kadang aku rasa
Akulah isteri yang baru terjaga
Sedangkan engkau tak pernah terlena
Kadang-kadang ku bersuara tanpa berfikir
semua perkataan ku menjadi salah
Datanglah ke sini dan pegang tangan ku
Sementara ku cerita kehidupan isteri
Harap dimengerti
Kadang-kadang ku sakiti hati mu
Bila ku tolak sentuhan mu
Bukan bermaksud aku kurang menyayangi mu…
Namun cabaran terlalu
Kadang-kadang aku berubah pada pandangan mu
Tapi sayang, itu tidak benar
Tiada apa yang paling ku hargai
Daripada kehidupan manis bersama mu
Kadang-kadang ku fikir sejuta tahun
Adalah terlalu singkat
Hanya ku beritahu mu betapa sayangnya aku
Betapa syukurnya aku… kau pelindung ku
Kadang-kadang berjauhan dengan mu
Akulah isteri yang terlalu tinggi bercita-cita…
Mencipta kerukunan keluarga
Namun aku tetap aku yang ini…
Maafkan aku wahai suami!
Akulah isteri yang baru terjaga
Sedangkan engkau tak pernah terlena
Kadang-kadang ku bersuara tanpa berfikir
semua perkataan ku menjadi salah
Datanglah ke sini dan pegang tangan ku
Sementara ku cerita kehidupan isteri
Harap dimengerti
Kadang-kadang ku sakiti hati mu
Bila ku tolak sentuhan mu
Bukan bermaksud aku kurang menyayangi mu…
Namun cabaran terlalu
Kadang-kadang aku berubah pada pandangan mu
Tapi sayang, itu tidak benar
Tiada apa yang paling ku hargai
Daripada kehidupan manis bersama mu
Kadang-kadang ku fikir sejuta tahun
Adalah terlalu singkat
Hanya ku beritahu mu betapa sayangnya aku
Betapa syukurnya aku… kau pelindung ku
Kadang-kadang berjauhan dengan mu
Akulah isteri yang terlalu tinggi bercita-cita…
Mencipta kerukunan keluarga
Namun aku tetap aku yang ini…
Maafkan aku wahai suami!
3.3.11
Malamku......
Tengah malam…
Hatiku diliputi kegalauan
Memikirkan segala tantangan
Dalam hidupku yang malang
Hati menerawang surgawi
Mata memandang dunia ini
Pikiran melayang jauh melintasi bumi
Tapi tubuhku tetap ada disini
Ku terpaku…
Tanpa dapat menggerakkan tubuhku
Membayangkan sisa umurku
Yang penuh liku-liku
Kucoba mengingat kembali
Segala yang t’lah terjadi
Yang telah terlewati
Di dalam hidupku ini
Ampuni aku…
Atas semua perbuatanku
Atas semua kesalahanku
Yang telah kulakukan padamu
Jeremy
Langgan:
Catatan (Atom)





