sabar itu indah
menahan lafaz nista
sabar itu resah
meronta-ronta untuk diluah
masih merengsa sanubari
berapakah asa jiwa
berapakah kuat nurani
darah hitam itu bergelora
cuba menguasai diri
hanya minda yng masih cerna
ingat kalimah NYA
agar reda amarah melanda
masih akhirnya terasa
benarkah sabar itu seindah rupa...
21.3.11
16.3.11
mimpi hari
Jalan kita memang berbeda sayang,
jika engkau berjalan ke utara,
maka aku berjalan ke selatan.
jika engkau bergerak ke barat,
maka aku bergerak ke timur.
Memang dunia kita berbeda,
dan akan terus berbeda.
seperti berbedanya elang yang terbang tinggi,
dengan paus di dasar lautan.
Tak sama sayang, tak sama.
aku melaju dijalan mimpiku
yang terkadang terdengar semu,
dan engkau melaju di mimpimu,
yang terkadang sendu, kadang pilu.
aku tahu kau bagian dari mimpi-mimpiku,
tapi dirimu hanya bagian mimpiku yang terdengar sendu,
tapi malam bukan hanya malam ini,
aku bisa bermimpi lagi,
Kubaca saja 3 kul untuk hilangkan engkau dari tidurku,
aku bisa bermimpi lagi, malam ini.
asal kau tahu, bukan tentang bayangmu,
akan tetapi bayang diriku.
Der Mujahideeen
jika engkau berjalan ke utara,
maka aku berjalan ke selatan.
jika engkau bergerak ke barat,
maka aku bergerak ke timur.
Memang dunia kita berbeda,
dan akan terus berbeda.
seperti berbedanya elang yang terbang tinggi,
dengan paus di dasar lautan.
Tak sama sayang, tak sama.
aku melaju dijalan mimpiku
yang terkadang terdengar semu,
dan engkau melaju di mimpimu,
yang terkadang sendu, kadang pilu.
aku tahu kau bagian dari mimpi-mimpiku,
tapi dirimu hanya bagian mimpiku yang terdengar sendu,
tapi malam bukan hanya malam ini,
aku bisa bermimpi lagi,
Kubaca saja 3 kul untuk hilangkan engkau dari tidurku,aku bisa bermimpi lagi, malam ini.
asal kau tahu, bukan tentang bayangmu,
akan tetapi bayang diriku.
Der Mujahideeen
9.3.11
diam
1
Bicaralah yang Baik atau Diam !
2
"Barang siapa diam, maka ia akan selamat" (HR.Ahmad)
"Diam adalah suatu kebijaksanaan dan sedikit orang yang melakukannya” (HR.Ibnu Hiban)
3
Diam itu mengandung tujuh ribu kebaikan
Dan tersimpul dalam tujuh kalimat
Dalam tiap kalimat seribu
Diam itu ibadah tanpa perlu bersusah payah
Diam itu perhiasan tanpa berhias
Diam adalah kehebatan tanpa kerajaan
Diam adalah benteng tanpa pagar
Diam merupakan kekayaan tanpa minta maaf kepada orang
Diam menjadikan istirahat bagi kedua malaikat pencatat amal
Diam menutup segala keaiban (cacat)
Menjadi Keindahan bagi orang alim
Dan menutup bagi yang bodoh
Bicaralah yang Baik atau Diam !
2
"Barang siapa diam, maka ia akan selamat" (HR.Ahmad)
"Diam adalah suatu kebijaksanaan dan sedikit orang yang melakukannya” (HR.Ibnu Hiban)
3
Diam itu mengandung tujuh ribu kebaikan
Dan tersimpul dalam tujuh kalimat
Dalam tiap kalimat seribu
Diam itu ibadah tanpa perlu bersusah payah
Diam itu perhiasan tanpa berhias
Diam adalah kehebatan tanpa kerajaan
Diam adalah benteng tanpa pagar
Diam merupakan kekayaan tanpa minta maaf kepada orang
Diam menjadikan istirahat bagi kedua malaikat pencatat amal
Diam menutup segala keaiban (cacat)
Menjadi Keindahan bagi orang alim
Dan menutup bagi yang bodoh
7.3.11
hati ini
Jika hati ini seringkali iri,
Jadikan ia cerah secerah mentari
Jika hati ini seringkali dendam
Jadikan ia penuh kemesraan sahabat
Jika hati ini seringkali dengki
Jadikan ia penuh simpati.........
Jadikan ia cerah secerah mentari
Jika hati ini seringkali dendam
Jadikan ia penuh kemesraan sahabat
Jika hati ini seringkali dengki
Jadikan ia penuh simpati.........
6.3.11
maafkan aku suami
Kadang-kadang aku rasa
Akulah isteri yang baru terjaga
Sedangkan engkau tak pernah terlena
Kadang-kadang ku bersuara tanpa berfikir
semua perkataan ku menjadi salah
Datanglah ke sini dan pegang tangan ku
Sementara ku cerita kehidupan isteri
Harap dimengerti
Kadang-kadang ku sakiti hati mu
Bila ku tolak sentuhan mu
Bukan bermaksud aku kurang menyayangi mu…
Namun cabaran terlalu
Kadang-kadang aku berubah pada pandangan mu
Tapi sayang, itu tidak benar
Tiada apa yang paling ku hargai
Daripada kehidupan manis bersama mu
Kadang-kadang ku fikir sejuta tahun
Adalah terlalu singkat
Hanya ku beritahu mu betapa sayangnya aku
Betapa syukurnya aku… kau pelindung ku
Kadang-kadang berjauhan dengan mu
Akulah isteri yang terlalu tinggi bercita-cita…
Mencipta kerukunan keluarga
Namun aku tetap aku yang ini…
Maafkan aku wahai suami!
Akulah isteri yang baru terjaga
Sedangkan engkau tak pernah terlena
Kadang-kadang ku bersuara tanpa berfikir
semua perkataan ku menjadi salah
Datanglah ke sini dan pegang tangan ku
Sementara ku cerita kehidupan isteri
Harap dimengerti
Kadang-kadang ku sakiti hati mu
Bila ku tolak sentuhan mu
Bukan bermaksud aku kurang menyayangi mu…
Namun cabaran terlalu
Kadang-kadang aku berubah pada pandangan mu
Tapi sayang, itu tidak benar
Tiada apa yang paling ku hargai
Daripada kehidupan manis bersama mu
Kadang-kadang ku fikir sejuta tahun
Adalah terlalu singkat
Hanya ku beritahu mu betapa sayangnya aku
Betapa syukurnya aku… kau pelindung ku
Kadang-kadang berjauhan dengan mu
Akulah isteri yang terlalu tinggi bercita-cita…
Mencipta kerukunan keluarga
Namun aku tetap aku yang ini…
Maafkan aku wahai suami!
3.3.11
Malamku......
Tengah malam…
Hatiku diliputi kegalauan
Memikirkan segala tantangan
Dalam hidupku yang malang
Hati menerawang surgawi
Mata memandang dunia ini
Pikiran melayang jauh melintasi bumi
Tapi tubuhku tetap ada disini
Ku terpaku…
Tanpa dapat menggerakkan tubuhku
Membayangkan sisa umurku
Yang penuh liku-liku
Kucoba mengingat kembali
Segala yang t’lah terjadi
Yang telah terlewati
Di dalam hidupku ini
Ampuni aku…
Atas semua perbuatanku
Atas semua kesalahanku
Yang telah kulakukan padamu
Jeremy
CINTA TUA KITA....
meniti hari usia senja
tidak lagi terasa sepi
tika kita bicara
tentang anak-anak nun jauh dimata
tentang cucu-cucu yang manis dan lucu
hari-hari tak lagi sepi ketika kita bercanda
tentang lelah tubuh nan tua
lalu saling mengurut lembut melupakan reumatisma
hari-hari yang syahdu
ketika kudengar engkau senandungkan
baris-baris surah Ar-Rahman
tentang nikmat Allah tak berkesudahan
hari-hari terasa syahdu
ketika kuputar CD murattal
ayat-ayat qiraat Syeikh Sudais
yang kadang tersedu dalam tangis tertahan
cumbu rayu kita
ketika saling membangunkan
disepertiga malam
berbimbingan tangan mengambil wudhu
bergegas solat malam dan qiam
syahwat asmara kita
ialah khusyuk zikir bersama
sambil menahan lelap menunggu azan subuh
berdecap-decap membaca wirid hingga penat
rasanya waktu begitu akrab
setiap kali saling mengingat tiap waktu menjelang solat
rasanya hari-hari begitu singkat
saat kita merobek lembar kalendar
tarikh-tarikh semakin dekat....
rasanya sempurna sudah percintaan kita
tiada lagi daki-daki dunia
membebani bahu kita yang tua
rasanya sempurna sudah percintaan kita
tiada lagi keluh kesah urusan fana
rasanya sempurna sudah cinta kita
siap pulang kepangkuan NYA
kekasih Azza Wa Jalla
hari-hari tak lagi sepi
ketika ruhani kita saling bercinta
semoga berjumpa disana
semoga dapat menyatu semula disana
dengan pasrah dan redha
InsyaAllah.............
tidak lagi terasa sepi
tika kita bicara
tentang anak-anak nun jauh dimata
tentang cucu-cucu yang manis dan lucu
hari-hari tak lagi sepi ketika kita bercanda
tentang lelah tubuh nan tua
lalu saling mengurut lembut melupakan reumatisma
hari-hari yang syahdu
ketika kudengar engkau senandungkan
baris-baris surah Ar-Rahman
tentang nikmat Allah tak berkesudahan
hari-hari terasa syahdu
ketika kuputar CD murattal
ayat-ayat qiraat Syeikh Sudais
yang kadang tersedu dalam tangis tertahan
cumbu rayu kita
ketika saling membangunkan
disepertiga malam
berbimbingan tangan mengambil wudhu
bergegas solat malam dan qiam
syahwat asmara kita
ialah khusyuk zikir bersama
sambil menahan lelap menunggu azan subuh
berdecap-decap membaca wirid hingga penat
rasanya waktu begitu akrab
setiap kali saling mengingat tiap waktu menjelang solat
rasanya hari-hari begitu singkat
saat kita merobek lembar kalendar
tarikh-tarikh semakin dekat....
rasanya sempurna sudah percintaan kita
tiada lagi daki-daki dunia
membebani bahu kita yang tua
rasanya sempurna sudah percintaan kita
tiada lagi keluh kesah urusan fana
rasanya sempurna sudah cinta kita
siap pulang kepangkuan NYA
kekasih Azza Wa Jalla
hari-hari tak lagi sepi
ketika ruhani kita saling bercinta
semoga berjumpa disana
semoga dapat menyatu semula disana
dengan pasrah dan redha
InsyaAllah.............
Langgan:
Catatan (Atom)





