Teman
saat pertama aku mengenalmu,
kamu adalah yang seperti sudah-sudah
dan kamu tetap aku anggap teman
Teman,
saat kita saling bicara,
banyak cerita yang sering kita dendangkan,
dan kamu tetap aku anggap teman
Teman,
saat kamu bersedih disini,
banyak rasa dan simpatiku tertumpah untukmu,
dan kamu tetap aku anggap teman
Teman
saat kekasihmu acuhkan kamu
dadaku terasa sesak dan ingin meledak
dan kamu tetap aku anggap teman
Teman
saat kau tersenyum
meliarkan kelucuanmu dan kobarkan kebahagiaan
dan kamu tetap aku anggap teman
Teman
kini saat kau kembali justru aku ingin pergi
pergi tanpa harus meninggalkanmu, temanku
kembalilah teman
maka aku akan segera pergi,
sejauh jarak pandanganmu
dan
ternyata , aku mengasihimu
temanku....
30.1.11
KESABARAN
Salah satu ciri orang-orang beriman ialah
orang-orang yang saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.
Kesabaran itu adalah bekalan orang yang terpaksa,
dan kerelaan itu adalah darjat ketinggian para arif.
Syukur dan sabar merupakan sarana meningkatkan kualiti diri
agar lebih berharga dalam pandangan Allah.
Setiap hari kita selalu dituntun oleh keinginan.
Kalau tidak sabar, keinginan inilah yang akan menjerumuskan kita.
Luruskan niat ketika datangnya keinginan.
Kita dikurniakan oleh Allah keinginan.
Keinginan itulah yang menuntun sikap.
Kalau tidak sabar, kita kehilangan niat.
Padahal niat adalah kunci agar amal diterima.
Berhati-hatilah, nafsu akan membutakan kita dari kebenaran.
Kita harus sabar untuk bertanya, benarkah niat saya ini?
Betulkah tujuan saya?
Mintalah petunjuk kepada Allah.
Kegagalan itu adalah ketika kita tidak sabar menghadapi sesuatu hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita.
orang-orang yang saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.
Kesabaran itu adalah bekalan orang yang terpaksa,
dan kerelaan itu adalah darjat ketinggian para arif.
Syukur dan sabar merupakan sarana meningkatkan kualiti diri
agar lebih berharga dalam pandangan Allah.
Setiap hari kita selalu dituntun oleh keinginan.
Kalau tidak sabar, keinginan inilah yang akan menjerumuskan kita.
Luruskan niat ketika datangnya keinginan.
Kita dikurniakan oleh Allah keinginan.
Keinginan itulah yang menuntun sikap.
Kalau tidak sabar, kita kehilangan niat.
Padahal niat adalah kunci agar amal diterima.
Berhati-hatilah, nafsu akan membutakan kita dari kebenaran.
Kita harus sabar untuk bertanya, benarkah niat saya ini?
Betulkah tujuan saya?
Mintalah petunjuk kepada Allah.
Kegagalan itu adalah ketika kita tidak sabar menghadapi sesuatu hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita.
27.1.11
Tanda hati mati
Jika seseorang melihat orang yang susah
Mungkin sakit atau miskin dan papa
Hati tidak tersentuh, jiwa tidak simpati
Menunjukkan jiwa orang itu telah buta
Kalau melihat orang yang mendapat bala
Jiwa orang itu tidak derita
Melihat biasa sahaja
Tidak terasa apa-apa pada jiwa
Menunjukkan peri kemanusiaannya sudah punah
Sekiranya melihat gunung, laut, pemandangan yang indah
Hanya terpesona dengan pandangan itu sahaja
Tidak terasa kehebatan dan kebesaran Allah
Menunjukkan jiwa orang itu telah mati
Orang yang hatinya buta atau mati
Kemanusiaannya sudah punah
Ditunjuk ajar dia marah, diingatkan dia sakit hati
Kalau dia ada kuasa, dia akan bertindak ganas
shahibuzaman
Mungkin sakit atau miskin dan papa
Hati tidak tersentuh, jiwa tidak simpati
Menunjukkan jiwa orang itu telah buta
Kalau melihat orang yang mendapat bala
Jiwa orang itu tidak derita
Melihat biasa sahaja
Tidak terasa apa-apa pada jiwa
Menunjukkan peri kemanusiaannya sudah punah
Sekiranya melihat gunung, laut, pemandangan yang indah
Hanya terpesona dengan pandangan itu sahaja
Tidak terasa kehebatan dan kebesaran Allah
Menunjukkan jiwa orang itu telah mati
Orang yang hatinya buta atau mati
Kemanusiaannya sudah punah
Ditunjuk ajar dia marah, diingatkan dia sakit hati
Kalau dia ada kuasa, dia akan bertindak ganas
shahibuzaman
25.1.11
nuraniku
jalanan ini
penuh terjal dan berliku
onak dan duri
merapai dikiri kananku
sayup-sayup kulihat
masih jauh tujuan
perih terasa telapak kaki
pedih jua hati nurani
bisakah sampai keujung sana
sedang mentari
menyengat jemala
dan tekad tinggal separa
masih jua aku terpana
kasih
pimpin tanganku
aku tak lagi tegar
tak bisa melangkah lagi
goyah sudah harapan meniti
hanya kau penyambung naluri
kerana lelahku tak mampu kuasai
penuh terjal dan berliku
onak dan duri
merapai dikiri kananku
sayup-sayup kulihat
masih jauh tujuan
perih terasa telapak kaki
pedih jua hati nurani
bisakah sampai keujung sana
sedang mentari
menyengat jemala
dan tekad tinggal separa
masih jua aku terpana
kasih
pimpin tanganku
aku tak lagi tegar
tak bisa melangkah lagi
goyah sudah harapan meniti
hanya kau penyambung naluri
kerana lelahku tak mampu kuasai
22.1.11
MUTIARAKATA
Yang jauh adalah masa yang berlalu
Yang dekat adalah saat datangnya mati
Yang berat adalah memegang amanah
Yang ringan adalah berbuat dosa sesama manusia dan meninggalkan solat
Yang besar adalah hawa nafsu manusia yang tidak pernah mencapai kepuasan...
Empat hal yang dipandang sebagai ibu :
Ibu dari segala obat adalah sedikit makan.
Ibu dari segala adab adalah sedikit bicara.
Ibu dari segala ibadah adalah takut dosa.
Ibu dari segala cita-cita adalah sabar.
21.1.11
airmata
airmata yg menitis
airmata cintakah itu
airmata rindukah itu
sayu
sendu
hanya kalbu yg mengerti
sepi
hambar
airmata keinsafankah itu
airmata taubatkah itu
syahdu
pilu........
airmata cintakah itu
airmata rindukah itu
sayu
sendu
hanya kalbu yg mengerti
sepi
hambar
airmata keinsafankah itu
airmata taubatkah itu
syahdu
pilu........
malam, aku dan DIA
tahajjud cinta
sepertiga malam
hening, sepi
hanya aku dan DIA
kerana kasihnya tidak pernah berkurangan
kerana kasihnya sentiasa memaafkanku
kerana kemaafannya lebih besar dari kesilapanku
DIA kekasih abadi........
sepertiga malam
hening, sepi
hanya aku dan DIA
kerana kasihnya tidak pernah berkurangan
kerana kasihnya sentiasa memaafkanku
kerana kemaafannya lebih besar dari kesilapanku
DIA kekasih abadi........
Langgan:
Catatan (Atom)





