Satu detik kita berkenalan
Satu jam kita berteman
Satu hari kita saling bersahabat
Satu minggu kita saling percaya
Satu bulan kita saling mengerti
Satu tahun kita saling mencintai dan menyayangi
Namun ......
Satu detik saja tak bersua denganmu
Maka .......
Dunia ini terasa hampa , dan
Satu kehidupan pun tak kan cukup
untuk melupakanmu
19.1.11
17.1.11
Ku pohon kemaafan
Aku bukan seperti engkau sangkakan,
Pura-pura dalam berjuang,
Aku bukan seperti engkau sangkakan,
Pura-pura ketika berkata,
Namunku akui diri ini penuh dengan khilaf,
Yang sering terlanjur kata,
Juga tidak pandai bermadah pujangga.
Teman,
Kupohonkan kemaafan,
Keterlanjuran yang berulang kali.
Teman,
Kita patrikan di sini,
Berakhirnya sebuah lamunan duniawi,
Terima syukur taufik Ilahi.
Teman,
Kita patrikan di sini,
Sebuah kejayaan yang memberikan kebahagiaan hidup dunia akhirat.
Teman,
Jika daku terkasar bahasa,
Maafkanlah diriku.
Pura-pura dalam berjuang,
Aku bukan seperti engkau sangkakan,
Pura-pura ketika berkata,
Namunku akui diri ini penuh dengan khilaf,
Yang sering terlanjur kata,
Juga tidak pandai bermadah pujangga.
Teman,
Kupohonkan kemaafan,
Keterlanjuran yang berulang kali.
Teman,
Kita patrikan di sini,
Berakhirnya sebuah lamunan duniawi,
Terima syukur taufik Ilahi.
Teman,
Kita patrikan di sini,
Sebuah kejayaan yang memberikan kebahagiaan hidup dunia akhirat.
Teman,
Jika daku terkasar bahasa,
Maafkanlah diriku.
16.1.11
REFRESH Hati
Bila kita memulakan sesuatu...
Kadang-kadang kita lupa letakkan niat
Kadang-kadang kita lupa baca Bismillah
Sebab tu bila ada masalah,
Kita cepat menyerah..
Bila kita berniat...Kadang-kadang kita lupa letakkan usaha,
Kadang-kadang kita tunggu disergah baru hendak mengolah,
Sebab tu bila kerja tak menjadi,
Kita mula angkat kaki...
Bila kita berusaha...
Kadang-kadang lupa pula hendak berdoa,
Siang malam kerah tenaga dan masa...
Sebab tu bila kerja masih tak sempurna,
Kita mudah putus asa...
Bila kita berniat, berusaha dan berdoa...
Kadang-kadang kita lupa pula untuk bertawakkal pada Yang Esa.
Bertawakal pun pada bicara tapi di hati masih buta.
Sebab tu bila dilanda masalah,
Kita marah tak tentu hala...
Bila kita berniat, berusaha, berdoa dan bertawakal...
Kadang-kadang kita tetap alpa,
Nak sebut Alhamdulillah pun payah,
Berdoa pun sekali sekala,
Bersyukur sekejap cuma..
Sebab tu bila kita berjaya,
Allah datangkan ujian dan musibah...
Supaya kita ingat dan kembali ke jalan redha,
Tetapi kita kecewa sampai mencari jalan mudah..
Membenci diri memusuhi nadi.
Sedangkan...
Kita manusia ciptaan Allah,
Bernafas di udara yang sama,
Bila lemah Allah itu ada,
Bila derita Allah itu bersama,
Senang, susah, sedih, gembira...
Allah takkan lupa pada langkah kita.
Tapi sememangnya lahiriah kita,
Kadang-kadang lebih suka dipuji,
Sebab itu kita jarang memuji Yang Maha Terpuji,
Kadang-kadang lebih suka dicintai,
Sebab itu kita lupa menyintai Yang Maha Menyintai,
Kadang-kadang kita lebih suka menyendiri,
Tapi lupa Allah sedang memerhati...
Sebab itu teruskanlah bermuhasabah pada pencipta,
Kerana dalam firman Allah;
"Bagi tiap-tiap seorang ada malaikat penjaganya silih berganti dari hadapannya dan dari belakangnya, yang mengawas dan menjaganya (dari sesuatu bahaya) dengan perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sesuatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki untuk menimpakan kepada sesuatu kaum bala bencana (disebabkan kesalahan mereka sendiri), maka tiada sesiapapun yang dapat menolak atau menahan apa yang ditetapkanNya itu, dan tidak ada sesiapapun yang dapat menolong dan melindungi mereka selain daripadaNya. (Ar-Ra'd:11)"
Kerana itu..
Pada masalah harus bersabar dan redhaPada ujian harus tabah dan teguh
Pada kegagalan harus usaha, doa dan tawakkal
Pada kejayaan harus usaha, doa dan tawakkal..
Sama tetapi tidak serupa,Kerana kejayaan di dunia bukan pengukur kejayaan di sana
Kekayaan harta di dunia bukan jaminan kebahagiaan di sana
Kesusahan dan penderitaan di dunia belum tentu bersambung di sana
Kealpaan kita di dunia pasti menjadi kesakitan kita di sana...
Di sana itulah yang perlu kita kejar,
Agar dunia mengikuti dengan redha...
Di sana,
Akhirat yang pasti...
Syurga yang terindah,
Atau
Neraka yang menyala!
10 Tips Kecantikan untuk HAWA
- Untuk membentuk bibir yang menawan, ucapkan kata-kata kebaikan.
- Untuk mendapatkan mata yang indah, carilah kebaikan pada setiap orang yang anda jumpai.
- Untuk mendapatkan bentuk badan yang langsing, berbagilah makanan dengan mereka yang kelaparan.
- Untuk mendapatkan rambut yang indah, mintalah seorang anak kecil untuk menyisirnya dengan jemarinya setiap hari.
- Untuk mendapatkan sikap tubuh yang indah, berjalanlah dengan segala ilmu pengetahuan, dan anda tidak akan pernah berjalan sendirian. Manusia, jauh melebihi segala ciptaan lain, perlu senantiasa berubah, diperbaharui, dibentuk kembali, dan diampuni.
- Jadi, jangan pernah kecilkan seseorang dari hati anda apabila anda sudah melakukan semuanya itu, ingatlah senantiasa, jika suatu ketika anda memerlukan pertolongan, akan senantiasa ada tangan terulur.
- Dan dengan bertambahnya usia anda, anda akan semakin mensyukuri telah diberi dua tangan, satu untuk menolong diri anda sendiri, dan satu lagi untuk menolong orang lain.
- Kecantikan wanita bukan terletak pada pakaian yang dikenakannya, bukan pada bentuk tubuhnya, atau cara dia menyisir rambutnya.
- Kecantikan wanita terdapat pada matanya, cara dia memandang dunia. Kerana di matanyalah terletak gerbang menuju ke setiap hati manusia, di mana cinta dapat berkembang.
- Kecantikan wanita, bukan pada kehalusan wajahnya, tetapi kecantikan yang murni, terpancar pada jiwanya, yang dengan penuh kasih memberikan perhatian dan cinta yang dia berikan dan kecantikan itu akan tumbuh sepanjang waktu.
Ada Cinta
ucapkanlah kasih
satu kata yg ku nantikan
sebab ku tak mampu
membaca matamu
mendengar bisikmu
nyanyikanlah kasih
senandung kata hatimu
sebab ku tak sanggup
mengartikan getar ini
sebab ku meragu pada dirimu
mengapa berat ungkapkan cinta
padahal ia ada
dalam rinai hujan
dalam terang bulan
juga dalam sedu sedan
mengapa sulit mengaku cinta
padahal ia terasa
dalam rindu dendam
hening malam
cinta terasa ada
nyanyikanlah kasih
senandung kata hatimu
sebab ku tak sanggup
mengartikan getar ini
sebab ku meragu pada dirimu....
kasihku pada MU nan SATU....
sayangku jua pada MU nan SATU....
CINTAku tetap pada MU nan SATU....
satu kata yg ku nantikan
sebab ku tak mampu
membaca matamu
mendengar bisikmu
nyanyikanlah kasih
senandung kata hatimu
sebab ku tak sanggup
mengartikan getar ini
sebab ku meragu pada dirimu
mengapa berat ungkapkan cinta
padahal ia ada
dalam rinai hujan
dalam terang bulan
juga dalam sedu sedan
mengapa sulit mengaku cinta
padahal ia terasa
dalam rindu dendam
hening malam
cinta terasa ada
nyanyikanlah kasih
senandung kata hatimu
sebab ku tak sanggup
mengartikan getar ini
sebab ku meragu pada dirimu....
kasihku pada MU nan SATU....
sayangku jua pada MU nan SATU....
CINTAku tetap pada MU nan SATU....
15.1.11
puisi Rabiatul Adawiyah
Hatiku tenteram dan damai jika aku diam sendiri
ketika Kekasih bersamaku
cintaNya padaku tak pernah berbahagi
dan dengan benda yang sana selalu mengujiku
bilakah dapat kurenungi keindahanNya?
Dia akan menjadi mihrabku
dan arahnya menjadi kiblatku
bila kumati kerana cinta, sebelum terpuaskan
akan terseksa dan lukalah aku di dunia ini
oh penawar jiwaku, hatiku
adalah santapan yang tersaji bagi mahuNya
barulah jiwaku pulih jika telah bersatu denganMu
oh sukacita dan nyawaku moga kekal lah
dan diriMu juga berahiku berasal
dari semua benda fana di dunia ini
diriku telah tercerai
hasratku adalah bersatu denganMu
melabuhkan rindu.......
ketika Kekasih bersamaku
cintaNya padaku tak pernah berbahagi
dan dengan benda yang sana selalu mengujiku
bilakah dapat kurenungi keindahanNya?
Dia akan menjadi mihrabku
dan arahnya menjadi kiblatku
bila kumati kerana cinta, sebelum terpuaskan
akan terseksa dan lukalah aku di dunia ini
oh penawar jiwaku, hatiku
adalah santapan yang tersaji bagi mahuNya
barulah jiwaku pulih jika telah bersatu denganMu
oh sukacita dan nyawaku moga kekal lah
dan diriMu juga berahiku berasal
dari semua benda fana di dunia ini
diriku telah tercerai
hasratku adalah bersatu denganMu
melabuhkan rindu.......
Nasihat sepanjang zaman
Barangsiapa merasa cukup dengan apa yang telah diberikan Allah, maka dia kaya.
Barangsiapa suka memandang harta orang lain, dia akan mati miskin.
Barangsiapa tidak redha (tidak rela) dengan apa yang telah diberikan Allah kepadanya, maka dia telah menentang keputusanNya (qadha’Nya)
Barangsiapa memandang remeh kesalahannya, maka dia akan memandang besar kesalahan orang lain.
Barangsiapa memandang besar kesalahannya, maka dia akan memandang remeh kesalahan orang lain.
Barangsiapa membuka aib orang lain, maka aib keturunannya akan tersingkap.
Barangsiapa menggali lubang untuk mencelakakan saudaranya, maka dia sendiri akan terjerumus ke dalamnya.
Barangsiapa bergaul dengan ulama, maka dia akan dimuliakan.
Barangsiapa memasuki tempat-tempat biasa dikunjungi orang-orang bodoh, maka dia akan direndahkan.
Dan barangsiapa memasuki tempat-tempat kemaksiatan, maka dia akan dituduh berbuat maksiat.
Barangsiapa suka memandang harta orang lain, dia akan mati miskin.
Barangsiapa tidak redha (tidak rela) dengan apa yang telah diberikan Allah kepadanya, maka dia telah menentang keputusanNya (qadha’Nya)
Barangsiapa memandang remeh kesalahannya, maka dia akan memandang besar kesalahan orang lain.
Barangsiapa memandang besar kesalahannya, maka dia akan memandang remeh kesalahan orang lain.
Barangsiapa membuka aib orang lain, maka aib keturunannya akan tersingkap.
Barangsiapa menggali lubang untuk mencelakakan saudaranya, maka dia sendiri akan terjerumus ke dalamnya.
Barangsiapa bergaul dengan ulama, maka dia akan dimuliakan.
Barangsiapa memasuki tempat-tempat biasa dikunjungi orang-orang bodoh, maka dia akan direndahkan.
Dan barangsiapa memasuki tempat-tempat kemaksiatan, maka dia akan dituduh berbuat maksiat.
Langgan:
Catatan (Atom)




