11.1.11
tentang persahabatan
Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih
dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Kerana kau menghampirinya saat hati lupa
dan mencarinya saat jiwa mahu kedamaian.
Bila dia berbicara, mengungkapkan fikirannya,
kau tiada takut membisikkan kata “Tidak” di kalbumu sendiri,
pun tiada kau menyembunyikan kata “Ya”.
Dan bilamana dia diam
,hatimu berhenti dari mendengar hatinya;
kerana tanpa ungkapan kata, dalam?
persahabatan, segala fikiran, hasrat,
dan keinginan dilahirkan bersama dan dikongsi,
dengan kegembiraan tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, tiadalah kau berdukacita;
Kerana yang paling kau kasihi dalam dirinya,
mungkin kau nampak lebih jelas dalam ketiadaannya,
bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki,
nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.
Dan tiada maksud lain dari persahabatan
kecuali saling memperkaya roh kejiwaan.
Kerana cinta yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya,
bukanlah cinta , tetapi sebuah jala yang ditebarkan:
hanya menangkap yang tiada diharapkan.
Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu,
biarlah dia mengenali pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu jika?
kau sentiasa mencarinya,
untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Kerana dialah yang bisa mengisi kekuranganmu,
bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan,
biarkanlah ada tawa ria dan berkongsi kegembiraan..
Kerana dalam titisan kecil embun pagi,
hati manusia menemui fajar dan ghairah segar kehidupan.
Khalil Gibran
10.1.11
bara hatiku
dalam kedinginan pagi...
ada bara didalam hati
membahang hening kalbu
kerana kedangkalan minda kelabu
tiada peduli insan keliling
...tiada ihsan bisa berpaling
arghhh....!
dimana wira keamanan
penyelamat segala kericuhan..
apakah masih diulit mimpi....
ataukah sama dikekang situasi....
bara hatiku
belum membisu....
rela pada ketentuan Allah
Biarkanlah hari-hari berbuat semaunya
Berlapang dada-lah kala takdir menimpa
Jangan berkeluh-kesah atas musibah di malam hari
Tiada musibah yang kekal di muka bumi
Jadilah laki-laki tegar dalam menghadapi tragedi
Berlakulah pema’af selalu menepati janji
Jika banyak aibmu di mata manusia
Sedang engkau berharap menutupinya
Bersembunyilah engkau di balik derma
Dengan derma aibmu tertutup semua
Jangan pernah terlihat lemah di depan musuhmu
Sungguh malapetaka jika musuh menertawaimu
Jangan berharap dari orang kikir kemurahan
Di neraka tiada air bagi orang yang kehausan
Rizkimu tidak berkurang karena kerja wajar perlahan
Berlelah-lelah tidak menambah rizki seseorang
Tiada kesedihan yang kekal tidak pula kebahagiaan
Tiada kesulitan yang abadi tidak pula kemudahan
Jika engkau berhati puas dan mudah menerima
Sungguh, antara engkau dan raja dunia tiada beda
Barangsiapa kematian datang menjemputnya
Langit dan bumi tak kan mampu melindunginya
Bumi Allah begitu lapang luas membentang
Namun seakan sempit kala ajal menjelang
Biarkanlah hari-hari ingkar janji setiap saat
Kematian tak mungkin dicegah dengan obat
-Imam As-Syafi'e
Berlapang dada-lah kala takdir menimpa
Jangan berkeluh-kesah atas musibah di malam hari
Tiada musibah yang kekal di muka bumi
Jadilah laki-laki tegar dalam menghadapi tragedi
Berlakulah pema’af selalu menepati janji
Jika banyak aibmu di mata manusia
Sedang engkau berharap menutupinya
Bersembunyilah engkau di balik derma
Dengan derma aibmu tertutup semua
Jangan pernah terlihat lemah di depan musuhmu
Sungguh malapetaka jika musuh menertawaimu
Jangan berharap dari orang kikir kemurahan
Di neraka tiada air bagi orang yang kehausan
Rizkimu tidak berkurang karena kerja wajar perlahan
Berlelah-lelah tidak menambah rizki seseorang
Tiada kesedihan yang kekal tidak pula kebahagiaan
Tiada kesulitan yang abadi tidak pula kemudahan
Jika engkau berhati puas dan mudah menerima
Sungguh, antara engkau dan raja dunia tiada beda
Barangsiapa kematian datang menjemputnya
Langit dan bumi tak kan mampu melindunginya
Bumi Allah begitu lapang luas membentang
Namun seakan sempit kala ajal menjelang
Biarkanlah hari-hari ingkar janji setiap saat
Kematian tak mungkin dicegah dengan obat
-Imam As-Syafi'e
9.1.11
Teman sejati....
Teman sejati,
mengerti ketika kamu berkata"aku lupa"
menunggu selamanya
ketika kamu berkata "tunggu sebentar"
tetap tinggal
ketika kamu berkata "tinggalkan aku sendiri"
membuka pintu meski kamu belum mengetuk
dan belum berkata "bolehkah saya masuk ?"
mencintai juga bukanlah bagaimana kamu
melupakan dia bila ia berbuat kesalahan,
melainkan bagaimana kamu memaafkan.
Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan,
melainkan bagaimana kamu mengerti.
bukanlah apa yang kamu lihat,
melainkan apa yang kamu rasa,
bukanlah bagaimana kamu melepaskan melainkan
bagaimana kamu bertahan.
8.1.11
anganku bersajak
anganku tak berhenti bersajak
walau kutahu.......
kau tak pernah menganggap diriku ada
meski rasa letih mendera
meski hati rasa kecewa
aku takkan pernah melepaskannya
kau hanya mimpi.......
yang takkan menjadi nyata
hingga segala rasa harus padamu
dan berakhir.........
kan selalu kurasakan hadirmu
antara ada dan tiada......
walau kutahu.......
kau tak pernah menganggap diriku ada
meski rasa letih mendera
meski hati rasa kecewa
aku takkan pernah melepaskannya
kau hanya mimpi.......
yang takkan menjadi nyata
hingga segala rasa harus padamu
dan berakhir.........
kan selalu kurasakan hadirmu
antara ada dan tiada......
6.1.11
Dari jauh....
dari jauh aku memandangmu
lewat senua mata hatiku...
dari jauh aku mengagumimu
lewat semua kisah tentangmu...
dari jauh aku larut dalam suka cita mu
bagai bertemu air jernih dipadang tandus...
dari jauh ku lukis engkau dalam tidurku
lewat beragam bunga mimpiku...
dari jauh kutitip hatiku padamu
agar kau tak membenciku.....
lewat senua mata hatiku...
dari jauh aku mengagumimu
lewat semua kisah tentangmu...
dari jauh aku larut dalam suka cita mu
bagai bertemu air jernih dipadang tandus...
dari jauh ku lukis engkau dalam tidurku
lewat beragam bunga mimpiku...
dari jauh kutitip hatiku padamu
agar kau tak membenciku.....
4.1.11
Bintang malam
Bintang malam
Katakan padanya
Aku ingin melukis sinarmu di hatinya
Embun pagi katakan padanya
Biar ku dakap erat waktu dingin yg menyelimutinya
Tahu kah engkau wahai langit
Ku ingin bertemu membelai wajahnya
Kan ku pasang hiasan angkasa yg terindah hanya untuknya
Lagu rindu ini ku tuliskan hanya untukmu
Walau hanya kata-kata sederhana
izinkan ku untuk mengungkap semuanya....

Katakan padanya
Aku ingin melukis sinarmu di hatinya
Embun pagi katakan padanya
Biar ku dakap erat waktu dingin yg menyelimutinya
Tahu kah engkau wahai langit
Ku ingin bertemu membelai wajahnya
Kan ku pasang hiasan angkasa yg terindah hanya untuknya
Lagu rindu ini ku tuliskan hanya untukmu
Walau hanya kata-kata sederhana
izinkan ku untuk mengungkap semuanya....
Langgan:
Catatan (Atom)





